Kulabangga lepas peserta mudik gratis 2015 bersama Gubernur Jateng

Seperti tahun tahun sebelumnya, menjelang Idul Fitri Kantor Perwakilan Jawa Tengah selalu mengadakan Mudik Bareng Gratis. Tahun demi tahun acara ini di selenggarakan, antusias warga Purbalingga di Jabodetabek terus meningkat. Akan tetapi Selengkapnya »

Anda ingin membawa mudik sepeda motorsecara gratis..?? Begini syaratnya

Layanan angkutan motor gratis bagi pemudik lebaran tahun ini kembali disiapkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Rencananya, ada sekitar 12 ribu kuota yang disiapkan. Pendaftaran sendiri akan mulai dibuka pada 1 Juni 2015 nanti. Selengkapnya »

Bersama Kulabangga, ada yang menarik dalam progam mudik bersama gratis tahun ini untuk warga Purbalingga di Jabodetabek

Sebagaimana tahun tahun sebelumnya, Kulabangga bekerja sama dengan seluruh paguyuban Kabupaten / Kota se Jawa Tengaha kembali mengadakan program Mudik Gratis. Kegiaan ini di sponsori oleh Pemkab / Pemkot se Jawa Tengah, Selengkapnya »

DIRGAHAYU PURBALINGGA KE 184

KAMIS, 18 – 12 – 2014…. Segenap Pengurus Kulabangga (Kumpulan Lare Purbalingga) mengucapkan Selamat hari jadi Purbalingga yg ke 184… Harapan dan Doa selalu di utk kemakmuran, kesejahteraan, kemajuan ekonomi yg merata Selengkapnya »

Program Kerja Jangka Pendek Kulabangga

Notulen Rapat Kerja Menyusun Rencana Kerja Kulabangga 2014. Rapat dipimpin oleh Ketua Bidang Organisasi dan Hubungan Antar Lembaga, Bpk Sunarto. Rapat dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 13 Desember 2024 di sekretariat II Selengkapnya »

 

Inilah suku di Indonesia yang belum tersentuh modernitas

tmp_7775-Suku_di_Papua_3451786915

Modernitas memang telah mengubah berbagai cara kita hidup, mulai dari lebih dimanjakannya oleeh teknologi, makanan berkalori tinggi dan tidak menyehatkan, bahkan gaya hidup yang serba instan dan cepat.

Namun ternyata, tidak semua tempat di dunia ini sudah terjamah oleh moderintas, masih ada beberapa tempat di dunia ini yang masih mempertahankan gaya hidup tradisional, bahkan nomaden menyesuaikan iklim yang terjadi.
tmp_7775-Suku_di_Papua-316086164
Salah satunya ada di Indonesia, hal ini diperkuat oleh foto-foto yang berhasil diabadikan oleh seorang fotografer asal Italia, yang telah bertemu dengan suku di Indonesia yang berlum tersentuh oleh dunia modern, tetapnya di dataran tinggi Papua.

Roberto Pazzi, dari Treviglio, Italia, bertemu orang-orang Dani, yang tinggal di gubuk bambu, berburu dengan tombak dan menggunakan babi sebagai pengorbanan untuk merayakan pernikahan.
Suku di Papua yang masih terasing.
Fotografer berumur 42 tahun ini berjalan kaki ke pulau Lembah Baliem dan mengunjungi beberapa desa, di mana di sana ada suku yang hidup sederhana yang jauh dari ‘teriakan’ dunia Barat.

“Ini menarik untuk dipikirkan bahwa, orang Dani masih hidup dalam kondisi yang primitif, sementara kita memiliki internet, mobil dan pusat perbelanjaan,” kata Roberto yang kami kutip dari Mail Online.

Orang-orang dari suku Dani ini ditemukan pertama kali pada tahun 1938, setelah seorang pilot pada penerbangan pengintaian udara melihat tanda-tanda peradaban di Lembah Baliem.
Suku di Papua yang masih terasing.
Ada sekitar 300 suku Dani dan mereka tinggal di desa-desa kecil di seluruh Lembah Baliem, dengan beberapa suku yang terdiri dari hanya tiga atau empat anggota keluarga.
tmp_7775-Suku_di_Papua_21211251498
“Orang-orang Dani umumnya sangat pemalu, namun mereka sangat penasaran. Ketika saya pertama kali tiba di desa mereka, saya kagum dengan cara mereka berkomunikasi, mereka sering berjalan dan bergandengan tangan,” tambahnya.

Anak-anak di sana penuh energi dan semangat untuk belajar tentang dunia barat.

Makanan pokok mereka adalah ubi jalar, yang tumbuh berlimpah dalam kondisi lembab di dataran tinggi. Ubi jalar akan dibungkus kulit pisang dan diletakkan di atas batu-batu panas di atas api, untuk mematangkannya.

Ia menggunakan barang-barang yang telah dipersiapkannya untuk melakukan barter, danmendapatkan kebutuhan dasar seperti air bersih dan sebuah pondok untuk bermalam, yang mereka sebut ‘honai’.

Bahasa yang digunakan oleh orang-orang Dani masih belum diketahui. Namun, ia berpikir bahwa setidaknya ada empat bahasa yang mereka digunakan dalam komunitas di beberapa bagian yang berbeda dari Lembah Baliem.

Kulabangga lepas peserta mudik gratis 2015 bersama Gubernur Jateng

IMG_13014871000916

Seperti tahun tahun sebelumnya, menjelang Idul Fitri Kantor Perwakilan Jawa Tengah selalu mengadakan Mudik Bareng Gratis. Tahun demi tahun acara ini di selenggarakan, antusias warga Purbalingga di Jabodetabek terus meningkat. Akan tetapi karena terbatasnya armada, banyak dari mereka yang tidak tertampung. “Kami dalam pertemuan informal telah beberapa kali menyampaikan ke Bupati Purbalingga, kalau acara mudik gratis yang digelar setiap tahun ini minta agar armadanya di tambah. Mengingat banyaknya warga Purbalingga yang di Jabodetabek ingin mengikuti mudik secara gratis” ujar Sayono ketua umum Kulabangga. tmp_28118-20150712_114202672670304

“Peserta khusus tujuan Purbalingga jumlah keseluruhan hampir 6 armada atau sekitar 276 orang. Dengan perincian 4 armada adalah peserta yang mendaftar melalui Kulabangga sedangkan 2 armada lebih adalah peserta yang mendaftar lewat jalur umum atau mendaftar langsung ke kantor perwakilan” ujar Triyanto selalu Kordinator Wilayah Purbalingga Mudik Gratis Jawa Tengah tahun 2015.

Peserta mudik keseluruhan ada 168 armada, dan 2 rangkaian kereta api. Dari 178 tersebut dengan perincian 90 armada dari Kabupaten / Kota se Jawa Tengah, 50 armada dari Bank Jateng, dan 48 dari Provinsi Jawa Tengah. Kepala Dishub & Kominfo Purbalingga, Jonathan Eko Nugroho di sela sela acara menyampaikan “Dari Pemda Purbalingga dalam hal ini Dishub & Kominfo mengirimkan 2 armada khusus untuk Warga Purbalingga yang akan merayakan Idul Fitri di kampung halaman. Kami adakan pengecekan langsung di tempat keberangkatan, kemudin akan kami jadikan bahan evaluasi utk tahun tahun berikutnya. Kami berterima kasih kepada jajaran Pengurus Kulabangga yang telah bekerja keras untuk mengatur peserta sehingga semua tertata dengan baik. Ke depan, kita harus tetap jaga untuk saling silaturahmi dan kordinasi agar semua lebih baik”.

Acara mudik ini akan di lepas pada hari Minggu 12/7/15 untuk peserta yang menggunakan Bus dari TMII, sedangkan rangkaian kereta akan dilepas pada hari Selasa 14/7/15 dari Stasiun Senen oleh Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Ganjar dalam orasinya menyampaikan maksud dan tujuan pemprov Jawa Tengah melaksanakan acara mudik gratis yang ke sekian kalinya. “Tujuan dari acara ini adalah untuk membantu warga Jawa Tengah yang bekerja di Jabodetabek yang akan mudik untuk merayakan Idul Fitri setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadhan”. Post by Admingo